IAPD

JARINGAN TUMBUHAN



Assalamu’alaikum wr.wb
Haloo guys, gimana kabar nih? Mudah mudahan sehat selalu ya :D
Setelah sekian lama ngga ngepost karena kesibukan didunia nyata, akhirnya sekarang saya bisa kembali berbagi tulisan lagi. Oke sesuai judul diatas, kali ini saya akan berbagi mengenai jaringan tumbuhan. Di pembahasan sebelumnya saya udah ngasih tau apa itu jaringan. Jaringan adalah sekelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama serta melaksanakan tugas tertentu. Dan pada pembahasan kali ini saya akan mengfokuskan pembahasan saya ke jaringan tumbuhan. Berdasarkan struktur dan fungsi sel, jaringan dibedakan menjadi dua yaitu jaringan maristem dan jaringan dewasa. Oke biar tambah jelas lagi langsung disimak aja penjelasannya ya guys. CHEK IT OUT!!!

1.       Jaringan Maristem
Oke , yang pertama mari kita bahas jaringan maristem. Jaringan maristem merupakan jaringan muda yang masih aktif membelah serta belum mengalami diferensiasi. Sel-sel penyusun jaringan maristem berukuran kecil, dinding sel tipis, memiliki nucleus yang besar, mengandung sitoplasma, tidak memiliki ruang antarsel, tidak memiliki vakuola, atau memiliki vakuola yang berukuran sangat kecil, dan memiliki sifat totipotensi yang tinggi. Sel-sel maristematik memiliki bentuk bulat, lonjong, kuboid, atau prismatik.

 Berdasarkan asalnya, jaringan maristem dibedakan menjadi dua, yaitu maristem primer, dan maristem sekunder.

a.       Maristem primer
Merupakan jaringan muda yang  berasal dari perkembangan sel-sel embrionik. Jaringan ini terdapat diujung akar dan ujung batang. Aktivitas jaringan ini mengakibatkan batang dan akar bertambah panjang. Pertumbuhan jaringan maristem primer disebut pertumbuhan primer. Menurut Haberland, maristem primer berasal dari promeristem yang berkembang menjadi protoderm, prokambium, dan maristem dasar.
b.      Maristem sekunder
Berasal dari jaringan dewasa yang telah terhenti pertumbuhannya. Tetapi menjadi embrional kembali. Maristem sekunder meliputi kambium dan kambium gabus. Kambium terdapat pada batang maupun akar tumbuhan Gymnospermae dan Dycotiledoneae. Kambium gabus terdapat pada kulit batang dan membentuk jaringan gabus yang sukar dilalui air atau tidak dapat dilalui air. Pertumbuhan sekunder mengakibatkan tumbuhan bertambah besar.


Berdasarkan letaknya, jaringan jaringan maristem dibedakan menjadi tiga, yaitu maristem apical, interkalar, dan lateral.

a.       Maristem apikal
Maristem ini disebut juga sebagai maristem ujung karena terdapat diiujung batang atau diujung akar. Maristem apical menghasilkan pemanjangan akar dan batang tumbuhan sehingga tanaman bertambah tinggi.
b.      Maristem interkalar
Maristem ini disebut juga sebagai maristem antara, karena terdapat diantara jaringan dewasa, dan terdapat dipangkal ruas batang.
c.       Maristem lateral
Maristem ini disebut juga sebagai maristem samping karena terletak dibagian samping batang atau akar. Contoh maristem ini adalah kambium dan kambium gabus (felogen). Kambium kearah luar membentuk floem, kearah dalam membentuk xylem. Kambium gabus kearah luar membentuk felem, dan kearah dalam membentuk feloderm.

2.       Jaringan Dewasa
Oke guys, next yang kedua mari kita bahas jaringan dewasa. Jaringan dewasa terdiri atas sel-sel yang sudah berhenti membelah dan telah mengalami diferensiasi. Jaringan dewasa memiliki karakteristik antara lain tidak ada aktifitas pembelahan sel, ukuran sel relative lebih besar dibandingkan sel-sel maristematik, kadang-kadang sel telah mati, terdapat ruang antar sel, dinding sel mengalami penebalan sesuai dengan fungsinya, sitoplasma sedikit, dan vakuola besar. Beikut beberapa contoh jaringan dewasa.
a.       Jaringan pelindung
Berfungsi untuk melindungi tumbuhan dan pengaruh luar yang merugikan. Jaringan pelindung pada tumbuhan berupa jaringan epidermis dan jaringan gabus.
·         Jaringan epidermis merupakan jaringan yang terletak paling luar dan menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis tersusun dari sel-sel hidup dan tidak berklorofil. Jaringan apidermis berfungsi melindungi tubuh bagian dalam tumbuhan dari pengaruh buruk lingkungan atau patogen, menyerap air dan mineral, dan menyekresi lapisan lilin atau kutikula yang bisa mencegah evaporasi (pada batang dan daun).
·         Setelah batang tumbuhan membesar, epidermis akan terdesak kemudian pecah dan rusak. Akhirnya epidermis tidak aktif lagi sehingga fungsi nya digantikan oleh jaringan gabus. Jaringan gabus dibedakan menjadi tiga macam, yaitu eksodermis, endodermis, dan peridermis. Pada bagian peridermis terdapat felem, felogen, dan feloderm.

b.      Jaringan Dasar (parenkim)
Disebut jaringan dasar karena terletak hampir disemua bagian tumbuhan. Berikut ciri-ciri sel penyusun jaringan parenkim :
·         Letak sel-sel renggang sehingga mempunyai banyak ruang antarsel. Ruang antarsel ini  digunakan untuk pertukaran gas.
·         Dinding sel tipis dan mempunyai vakuola besar untuk menyimpan makanan cadangan
·         Berbentuk segi banyak (polyhedral)


c.       Jaringan penguat
Jaringan penguat pada tumbuhan digunakan untuk memperkukuh tubuh tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penguat dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
·         Jaringan kolenkim
Berikut cirri-ciri jaringan kolenkim :
1.       Tersusun dari sel-sel yang hidup
2.       Dinding selnya tidak mengandung lignin, tapi mengandung selulosa, hemiselulosa, dan pektin sebagai penguat pada organ-organ tumbuhan yang masih muda atau pada bagian tumbuhan yang lunak.
3.       Merupakan penguat utam organ-organ tumbuhan yang aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan
·         Jaringan sklerenkim
Berikut cirri-ciri jaringan sklerenkim :
1.       Merupakan jaringan penguat dengan dinding sekunder yang tebal dan terdiri atas lignin.
2.       Hanya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
3.       Terdiri atas sel-sel mati dengan dinding sel tebal.

d.      Jaringan pengangku
Berikut macam-macam jaringan pengangkut :
·         Xilem
Berfungsi mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun. Sel-sel penyusun xilem umumnya sudah mati dengan dinding sekunder yang sangat tebal. Tersusun atas lignin sebagai jaringan penguat. Xilem tersusun atas unsur trakeal (trakea dan trakeid), serabut xilem, dan parenkim xilem.
·         Floem
Berfungsi mengatur dan mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas berbagai macam sel hidup dan mati yaitu meliputi unsur-unsur kibral, sel pengantar, sel albium, parenkim floem, dan serabut floem.



Oke guys, mungkin segini dulu yang bisa saya bagiin. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan karena saya juga masih dalam tahap belajar. Harapan saya semoga tulisan saya bisa bermanfaat bagi semua yang membacanya ya ;)
Lets study and be the best :D



Previous
Next Post »